Tuesday, October 13, 2020

KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA



KELAS  VII
BAB III

KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA

Pengertian Materi atau Zat

Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati suatu ruang.

Materi berdasarkan wujudnya dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu zat padat, zat cair dan zat gas.


Contoh zat padat: meja, kursi, batu, besi, tanah.
Contoh zat cair: minyak, air, alkohol, oli, bensin, spiritus.
Contoh zat gas: udara, asap, uap air.

Sifat sifat zat:

Susunan partikel pada zat padat, cair dan gas

1. Zat padat :

  • Mempunyai bentuk dan volume tertentu,
  • Jarak antar partikel zat padat sangat rapat,
  • Partikel partikel pada zat padat tidak dapat bergerak bebas.

2. Zat Cair:

  • Mempunyai volume tertentu, tetapi tidak mempunyai bentuk yang tetap, bergantung pada media yang digunakan,
  • Jarak antar partikel zat cair lebih renggang,
  • Partikel partikel pada zat cair dapat bergerak bebas namun terbatas.

3. Zat gas:

  • Tidak mempunyai volume dan bentuk tertentu,
  • Jarak antar partikel zat gas sangat renggang,
  • Partikel partikel pada zat gas dapat bergerak bebas
Perhatikan juga tabel sifat zat berikut ini

Unsur, Senyawa dan Campuran

A. Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan proses kimia biasa.

Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur.

Unsur dibagi menjadi dua yaitu unsur logam dan unsur non-logam.

1. Unsur logam
    Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi benda benda lainnya.
  1. secara umum unsur logam memiliki sifat :
  2. berwarna putih mengkilap, 
  3. mempunyai titik lebur rendah, 
  4. dapat menghantarkan arus listrik, 
  5. dapat ditempa dan dapat menghantarkan kalor atau panas. 
  6. pada umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. 
Berikut adalah tabel nama latin, lambang unsur, dan bentuk fisik dari unsur logam:

Beberapa contoh unsur logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a. Khrom (Cr)
    Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel.
b. Besi (Fe)
    Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon menghasilkan baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta api.
c. Nikel ( Ni )
    Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.
d. Tembaga (Cu)
    Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam. Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran tembaga dengan seng menghasilkan kuningan.
e. Seng (Zn)
    Seng dapat digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan pelapis besi untuk mencegah karat.
f. Platina (Pt)
    Platina digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik, dan dalam bidang kedokteran sebagai pengaman tulang yang patah.
g. Emas (Au)
    Emas merupakan logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. Emas digunakan sebagai perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi. Campuran emas dengan perak banyak digunakan sebagai bahan koin.

2. Unsur non logam
    Unsur nonlogam adalah unsur yang tidak memiliki sifat seperti logam. Pada umumnya, unsur-unsur nonlogam berwujud gas dan padat pada suhu dan tekanan normal. Contoh unsur nonlogam yang berwujud gas adalah oksigen, nitrogen, dan helium. Contoh unsur nonlogam yang berwujud padat adalah belerang, karbon, fosfor, dan iodin. Zat padat nonlogam biasanya keras dan getas. Unsur nonlogam yang berwujud cair adalah bromin.
Pada umumnya unsur non logam memiliki sifat:
  1. tidak mengkilap, 
  2. penghantar arus listrik yang buruk,  
  3. tidak dapat ditempa. 
  4. secara umum non logam merupakan penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit.
Berikut adalah tabel nama latin, lambang unsur, dan bentuk fisik dari unsur non logam:

Beberapa contoh unsur non logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a. Fluor (F)
    Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi, freon –12 sebagai pendingin kulkas dan AC.
b. Brom (Br)
    Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan campuran zat pemadam kebakaran
c. Yodium (I)
    Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri tepung

3. Unsur semi logam (Metaloid)
    Selain unsur logam dan nonlogam ada juga unsur semilogam atau yang dikenal dengan nama metaloid. Metaloid adalah unsur yang memiliki sifat logam dan nonlogam. 
  1. Unsur semilogam ini biasanya bersifat semikonduktor. 
  2. Bahan yang bersifat semikonduktor tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah, tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya lebih tinggi. 
  3. Unsur semi logam memiliki sifat antara logam dan non logam.
Berikut adalah tabel nama latin, lambang unsur, dan bentuk fisik dari unsur semi logam:

Beberapa contoh unsur semi logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
a. Silikon (Si)
    Terdapat di alam terbanyak kedua setelah oksigen, yakni 28% dari kerak bumi. Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan pengampelasan, untuk semi konduktor, serta bahan untuk membuat gelas dan keramik.
b. Germanium ( Ge )
    Keberadaan germanium di alam sangat sedikit, diperoleh dari batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan bahan semikonduktor, yaitu pada suhu rendah berfungsi sebagai isolator sedangkan pada suhu tinggi sebagai konduktor. Seorang ahli kimia yang bernama Demitri Mendleev (1834 ~ 1907) mengajukan susunan tabel sistem periodik unsur-unsur.

Unsur diberi nama latin berdasarkan penemu pertamanya atau tempat ditemukan unsur tersebut.

Penamaan unsur diberi simbol yang dibuat oleh Jons Jacob Berzelius.

Cara pemberian nama unsur menurut Berzelius:

  • Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.
  • Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
  • Untuk unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.

B. Senyawa

Senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Oleh karena itu, senyawa juga dapat diartikan sebagai suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.


Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air. 


Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H2O.  Melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair.

Gambar : Molekul Air


Berdasarkan asal pembentukkannya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. 

a. Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya. Sifat senyawa organik tidak mudah larut dalam air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar. Contoh senyawa organik antara lain gula (C12H22O11), alkohol (C2H5OH), dan urea (CO(NH2)2).


b.Senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar. Contoh senyawa anorganik, yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2), dan masih banyak lagi. 

C. Campuran

Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat zat asalnya.

Karakteristik campuran atau ciri-ciri campuran yang membedakan dari senyawa adalah:

  1. Terbentuk tanpa reaksi kimia

  2. Perbandingan komponen yang menyusun campuran tidak tertentu dan dapat sembarangan.

  3. Komponen-komponen campuran tetap memiliki sifat masing-masing

  4. Dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya melalui cara fisika.

Campuran dibagi menjadi dua macam yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

Campuran homogen adalah campuran yang tidak dapat dibedakan zat-zat yang tercampur di dalamnya.

Contoh dari campuran homogen adalah larutan, larutan pada kehidupan sehari-sehari dapat dikelompokan menjadi larutan yang bersifat asam, basa dan garam.

Ciri-ciri larutan asam:

  • Rasanya masam
  • Dapat menimbulkan korosi
  • Mengubah lakmus biru menjadi merah

Ciri-ciri larutan basa:

  • Rasanya agak pahit
  • Terasa licin pada kulit
  • Mengubah lakmus merah menjadi biru

Senyawa garam terbentuk dari reaksi netralisasi. Reaksi netralisasi tersebut merupakan percampuran asam dan basa.

Campuran heterogen adalah campuran yang tidak tercampur sempurna satu sama lain.

Cara-cara memisahkan campuran:

1. Filtrasi (Penyaringan) 

Filtrasi adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur. Contohnya: penjernihan ais keruh, menyaring air yang bercampur dengan pasir dan menyaring teh

Filtrasi (Penyaringan)

2. Sentrifugasi 
Sentrifugasi adalah metode yang sering digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah.

Sentrifugasi
3. Destilasi (Penyulingan) 
Destilasi adalah metode pemisahan campuran dengan menggunakan prinsip perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah. Dalam kehidupan sehari-hari proses penyulingan digunakan sebagai pemisahan air tawar dan air laut, pembuatan etanol atau alkhol.
Destilasi (Penyulingan)
 
Dalam bidang industri metode ini digunakan untuk memisahkan minyak bumi menjadi beberapa komponen seperti bensin, solar, oli (pelumas), lilin, aspal dan lain-lain dengan metode destilasi bertingkat
Destilasi Bertingkat

4. Kromatografi 
Kromatografi adalah metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecapatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur pada suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. Misal kertas tisu yang ditetesi tinta berwarna hitam, lalu sebagian dimasukkan ke dalam air. Setelah beberapa saat terlihat bahwa warna hitam terurai menjadi beberapa warna karena masing-masing warna mempunyai kecepatan merambat berbeda.
Kromatografi

Penerapan kromatografi dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Menguji apakah bahan pewarna yang digunakan dalam makanan aman untuk dikonsumsi
  2. Menguji tinta yang digunakan pada pemalsuan dokumen seperti surat, cek dan giro
  3. Menguji apakah terdapat obat terlarang dalam urin atlet atau penyalahgunaan narkoba
  4. Memeriksa apakah pestisida yag terdapat pada sayuran atau buah-buahan masih dalam batas aman
5. Sublimasi 

Sublimasi adalah metode pemisahan campuran yang didasarkan pada campuran zat yang memiliki suatu zat yang dapat menyublim sedangkan zat yang lainnya tidak dapat menyublim. Contoh memisahkan campuran  butiran kapur barus pada pasir.

Sublimasi

6. Evaporasi
Evaporasi yaitu metode pemisahan yang digunakan untuk memisahkan padatan yang terlarut dari zat pelarutnya dengan cara dipanaskan. Contohnya: pemisaha garam dari air laut, pemisahan gula dari larutan gula.
evaporasi



Pembuatan Garam Dapur


7. Corong pisah
Corong pisah yaitu metode pemisahan campuran dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan. Contohnya: pemisahan campuran air dan minyak.

Corong Pemisah

D. Perbedaan sifat unsur, senyawa dan campuran

Sifat unsur:

·       Zat tunggal

·       Tidak dapat diuraikan

·       Terdiri atas satu jenis atom

Sifat senyawa:

·       Zat tunggal

·       Dapat diuraikan

·       Tersusun atas dua jenis atom atau lebih

·       Perbandingan massa zat penyusunnya tetap

Sifat campuran:

·       Campuran

·       Dapat diuraikan

·       Tersusun atas dua jenis atom/molekul atau lebih

·       Perbandingan massa zat penyusunnya tidak tetap

E. Perubahan materi suatu benda

Perubahan materi pada umumnya dibagi menjadi dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru. Contohnya es mencair.

Perubahan kimia adalah perubahan zat yang dapat menghasilkan atau membentuk zat baru dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya. Contohnya singkong menjadi tape.

Ciri-ciri perubahan kimia:

·       Terbentuknya zat baru

·       Terbentuknya gas

·       Terbentuknya endapan

·       Terjadinya perubahan warna

·       Terjadinya perubahan suhu


Pelajari juga materi di bawah ini karena soal-soal tugas dan ulangan juga banyak diambil dari materi berikut:

    

Perhatikan juga video berikut ini untuk memperkaya materi


Demikian materi Klasifikasi Materi dan Perubahannya semoga dapat menambah pengetahuan dan menjadi dalam referensi belajar.




Sumber
https://kumpulan-ilmu-pengetahuan-umum.blogspot.com
https://blog.ruangguru.com
https://www.dosenpendidikan.co.id
https://www.kompas.com
https://chemistrykiyowo.wordpress.com
https://www.utakatikotak.com













No comments:

Post a Comment