Cahaya matahari dapat sampai ke bumi, meskipun antara matahari dan bumi terdapat ruang hampa (vakum). Itu berarti bahwa cahaya bukan merupakan gelombang longitudinal.
Pada
cahaya, getaran ditimbulkan oleh medan listrik dan medan magnet. Getaran
tersebut merambat tegak lurus terhadap arah getarannya. Karena cahaya
ditimbulkan oleh getaran medan listrik dan medan magnet, maka cahaya termasuk
gelombang elektromagnet, yang dapat merambat melalui ruang hampa udara (vakum).
Karena arah rambatnya tegak lurus terhadap arah getaran, maka gelombang
elektromagnet merupakan gelombang transversal.
Sebenarnya
selain bersifat gelombang, cahaya juga mempunyai sifat materi. Karena itu
dikatakan bahwa cahaya mempunyai sifat mendua atu dualisme. Pada cahaya yang
tampak, sifat gelombangnya lebih menonjol; sedang pada cahaya yang tidak
tampak, seperti sinarultraungu, sinar x, dan sinar gamma sifat materinya lebih
menonjol. Pada sifat materi ini energi yang dipancarkan cahaya dinyatakan dalam
Kwanta atau photon atau paket-paket energi.
Sebagai
gelombang elektromagnetik cahaya masuk dalam spektrum gelombang elektromagnet.
Di bawah ini adalah tabel spektrum gelombang elektromagnet.
![]() |
Spektrum Gelombang Elektromagnet |
1.
Kecepatan Cahaya
Seorang ahli
fisika bernama Robert A. Michelson (1852 – 1931) telah melakukan percobaan
untuk mengetahui kecepatan cahaya. Dari hasil percobaannya diperoleh hasil
bahwa kecepatan cahaya di udara adalah 299.700.000 m/dt dan kecepatan cahaya
dalam ruang hampa (vakum) adalah 2,997925 x 108 m/dt. Untuk
mempermudah perhitungan, angka itu biasanya dibulatkan menjadi 3 x 108
m/dt.
Cepat rambat
cahaya tersebut kemudian diberi simbol c.
Contoh soal :
Jarak antara matahari dan bumi kira-kira 150 juta
Berapa waktu yang diperlukan cahaya untuk merambat
dari matahari ke
bumi?
Penyelesaian
Diketahui :
Jarak matahari – bumi = 150 juta km =150.000 juta m.
Cepat rambat cahaya (c) = 3 x 108 m/dt =300 juta m/dt
Soal : Waktu yang diperlukan cahaya = ….?
Jawab : waktu = Jarak / kecepatan
= 150.000.000.000 m/300.000.000 m/dt
= 500 detik
= 8,33 menit
Dapat diketahui bahwa sinar matahari yang kita terima sekarang adalah sinar matahari yang dipancarkan 8,33 menit yang lalu. Atau bila saat ini matahari padam, kita baru akan tahu 8,33 menit kemudian.
2. Cahaya Merambat Lurus
Gelombang
cahaya yang berasal dari sebuah sumber cahaya merambat ke segala arah. Bila
medium yang dilalui cahaya tersebut serba sama di semua bagiannya, maka cahaya
akan merambat menurut garis lurus.
Dari gambar di
atas di mana lubang kecil pada kertas karton disusun lurus antara pengamat dan
sumber cahaya, maka pengamat dapat melihat sumber cahaya, sedangkan pada gambar
b di mana salah satu karton di geser sehingga antara pengamat,
lubang-lubang paada karton dan sumber cahaya tidak segaris, maka pengamat tidak
dapat melihat sumber cahaya.
Dari peristiwa
pada gambar a dan b di atas, Anda dapat melihat bahwa peristiwa perambatan cahaya
menurut garis. Berkas sinar yang masuk ke sebuah ruang yang gelap selalu
membentuk batang putih yang lurus. Anda dapat juga melihat jalannya sinra
proyektor film ke layar yang membentuk garis lurus.
Karena cahaya
merambat menurut garis lurus, maka di belakang benda tidak tembus cahaya yang
dikenai sinar akan terbentuk bayang-bayang. Ada dua macam bayang-bayang, yaitu bayang-bayang
gelap atau umbra dan bayang-bayang kabur atau penumbra.
Dari percobaan di atas, pada layar terbentuk dua macam bayang-bayang, yaitu bayang-bayang gelap atau inti dan bayang-bayang kabur atau tambahan. Bayang-bayang gelap atau umbra adalah daerah di belakang benda tidak tembus cahaya yang tidak mendapat cahaya sama sekali. Bayang-bayang kabur atau penumbra adalah daerah di belakang benda tidak tembus cahaya yang masih mendapat sedikit sinar.
Umbra dan penumbra juga terjadi pada saat terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Daerah umbra mengalami gerhana total, sedang daerah penumbra mengalami gerhana sebagian.
![]() |
techno.okezone.com |
Baca juga materi terkait:
No comments:
Post a Comment