Sunday, April 19, 2015

Pemancaran Gelombang Radio AM ( Ionosphere the series)

Perambatan Gelombang (Wave Propagation)

tentangfenomena.blogspot.co.id Berdasarkan panjang gelombangnya pemancar radio yang bekerja pada band atau daerah Modulasi Amplitudo (AM), secara garis besar ada dua (2) macam panjang gelombang. Pertama yaitu siaran radio dengan panjang gelombang kurang dari 100 meter dan lebih dari 100 meter. Atau dapat disebut dengan gelombang pendek dan gelombang panjang.

Gelombang panjang (lebih dari 100 meter) menjalar sepanjang permukaan tanah sehingga disebut gelombang permukaan tanah atau surface wave atau ground wave. Siaran radio dengan pada gelombang ini dimaksudkan untuk menjangkau pendengar di dalam kota.

Gelombang pendek (kurang dari 100 meter) merambat ke angkasa sehingga disebut gelombang langit atau sky wave. Siaran radio pada gelombang ini dimaksudkan untuk menjangkau pendengar di kota lain bahkan negara lain.

Seperti kita sudah ketahui bahwa banyak siaran radio luar negeri berbahasa Indonesia yang dapat ditangkap di Indonesia seperti BBC London, ABC Australia, VOA Amerika. Bagaimana siara radio ini dapat ditangkap dalam jarak sejauh itu ? Siaran ini menggunakan gelombang pendek (kurang dari 100 meter).

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa siaran dengan panjang gelombang lebih dari 100 meter mempunyai jangkauan pendek, karena gelombang ini menjalar dipermukaan tanah dan selama perjalanannya gelombang ini kehabisan energi. Sedang yang panjang gelombangnya kurang dari 100 meter mempunyai jangkauan lebih jauh karena menjalar ke angkasa melalui atmosfer dan dipantulkan kembali ke bumi oleh ionosfer. Dalam hal pemantulan gfelombang ini tentunya sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat ionosfer yang memantulkannya.

B.  Ionosfer Sebagai Pemantul Gelombang Pendek

Telah diuraikan bahwa siaran radio dengan gelombang pendek dapat menjangkau tempat yang jauh karena gelombang yang merambat ke ruang angkasa dipantulkan oleh ionosfer.

Sebagai tambahan informasi bahwa selain pemantul gelombang pendek ionosfer juga berpengaruh dalam komunikasi antara satelit dengan bumi karena gelombang  radio yang digunakannya menembus (lolos dari) lapisan ionosfer. Dari kalimat ini dapat dimengerti  bahwa selain dapat dipantulkan oleh ionosfer ada juga gelombang pendek yang lolos dari ionosfer menuju lapisan udara di atasnya. Untuk menangkap gelombang yang lolos dari lapisan ionosfer ini dipasanglah satelit komunikasi yang mengorbit secara geostasioner. Masalah ini ada pada pembahasan lain.

Karena pentingnya komunikasi radio pendek ini negara-negara maju seperti Amerika, negara-negara di Eropa, Rusia, Jepang dan lain lain telah banyak melakukan penelitian tentang ionosfer. Mereka memasang stasiun-stasiun pengamat ionosfer bahkan belakangan ini penelitian mereka sudah ditunjang dengan pengukuran langsung menggunakan roket, satelit, atau pesawat ulang-alik. Indonesia juga tidak mau ketinggalan meslipun baru memiliki beberapa stasiun pengamat ionosfer seperti di Sumatara barat dibangun stasuin stasiun radar radar untuk meneliti ionosfer bagian tengah dan aras yang disebut MU radar ( Middle and Upper atmosphere radar).

C.  Keadaan Ionosfer Indonesia Secara Global.

Beberapa data yang diperoleh dari stasiun-stasiun pengamat ionosfer di Indonesia sangat penting baik untuk kepentingan nasional maupun internasional karena Indonesia dilalui garis khatulistiwa dimana:
  1. Daerah di sepanjang garis khatulistiwa masih kurang terdapat stasiun   pengamat ionosfer mengingat medan yang sulit.
  2. Di sepanjang garis khatulistiwa terdapat gejala-gejala khusus ionosfer yang     khas.
Selain berada di daerah khatulistiwa Indonesia termasuk negara maritim. Atmosfer di atas benua maritim  seperti Indonesia memainkan peranan penting dan unik dalam perubahan atmosfer global. Negara Indonesia dimana 70% wilayahnya adalah perairan, jumlah uap air yang bisa diendapkan sangat besar, sehingga pembentukan awannya unik dan jumlah curah hujannya berfluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun. Meskipin peristiwa alam seperti awan, hujan, angin dan lain-lain hanya terjadi di lapisan bawah atmosfer yatitu troposfer namun secara keseluruhan fluktuasi yang terjadi pada lapisan ini berpengaruh pada keadaan atmosfer secara keseluluruhan. Daerah ekuator adalah daerah pembangkit gerak atmosfer skala kecil dan besar yang berpengaruh pada perubahan lingkungan global.

Dengan adanya perubahan atmosfer secara global sudah barang tentu akan berpengaruh juga terhadap keadaan ionosfer.

Sumber Bacaan :
  1. R. Soegeng. Ionosfer, Andi Offset, Yogyakarta
  2. Sri Suhartini, Lapisan Ionosfer dan Komunikasi Radio, LAPAN
  3. Sri Ekawati, Effendy, dan Aries K., SINTILASI IONOSFER EKUATOR INDONESIA BERBASIS GPS, LAPAN

No comments:

Post a Comment