Friday, September 25, 2020

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 3


BAB I
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

MATERI PEMBELAJARAN 3
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)


PENGERTIAN
Penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang terutama ditularkan lewat hubungan seksual yang tidak aman, meski tidak ada gejala yang timbul di alat kelamin.
Penyebarannya pun bisa melalui darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, penyebarannya bisa melalui pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang.

Macam-Macam Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berikut ini adalah macam-macam penyakit menular seksual:

1. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan “raja singa” ini menimbulkan luka pada alat kelamin atau mulut. Melalui luka inilah penularan akan terjadi.

2. Gonore

Gonore, yang dikenal juga dengan kencing nanah, disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari penis atau vagina dan rasa nyeri ketika buang air kecil. Bakteri penyebab gonore juga dapat menimbulkan infeksi di bagian tubuh lain, jika terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina.

3. Human papillomavirus (HPV)

Infeksi menular seksual ini disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, yaitu HPV. Virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin hingga kanker serviks pada perempuan. Gejala kanker serviks stadium awal sering kali tidak khas bahkan tak bergejala. Penularan HPV terjadi melalui kontak langsung atau melakukan hubungan seksual dengan penderita.

4. Infeksi HIV

Infeksi HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui hubungan seks tanpa kondom, berbagi penggunaan alat suntik, transfusi darah, atau saat persalinan.

5. Chlamydia

Penyakit infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada wanita, chlamydia menyerang leher rahim. Sedangkan pada pria, menyerang saluran keluar urine di penis. Penularan dapat terjadi dari luka pada area kelamin.

6. Trikomoniasis

Penyakt menular seksual ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit trikomoniasis bisa menimbulkan keputihan pada wanita atau malah tidak menimbulkan gejala, sehingga sering kali seseorang secara tidak sadar menularkan penyakit ini ke pasangan seksualnya.

7. Hepatitis B dan hepatitis C

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis, dan dapat mengakibatkan gangguan hati kronis hingga kanker hati. Virus ini ditemukan dalam darah atau cairan tubuh penderita. Selain melalui hubungan seksual, virus ini bisa menular melalui jarum suntik yang dipakai bersama dan transplantasi organ.

8. Tinea cruris

Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh jamur ini menyerang kulit di sekitar alat kelamin, paha bagian dalam, dan bokong. Tinea cruris ditandai dengan ruam merah yang terasa gatal pada kulit yang terinfeksi. Penularannya adalah melalui kontak langsung dengan penderita atau menyentuh benda yang telah terinfeksi.

9. Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini bersifat tidak aktif atau bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Penyebarannya terjadi melalui kontak langsung dengan pasangan yang telah terinfeksi.

10. Candidiasis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Candida. 

Candidiasis ditandai dengan ruam atau lepuhan yang muncul pada kulit, terutama area lipatan kulit. Sama seperti infeksi menular seksual lainnya, penularan penyakit ini dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita.

11. Granuloma inguinale

Granuloma inguinale atau donovanosis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Klebsiella granulomatis.  Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan dan luka di selangkangan, penis, anus, atau di skrotum.

Tes Penyakit Menular Seksual

Jika mengalami gejala penyakit menular seksual, dokter akan menanyakan perihal hubungan intim dan penyakit yang pernah diderita. Kemudian, penderita akan menjalani beberapa tes untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual.

Tes yang akan dijalani adalah tes darah dan tes urine. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus atau bakteri penyebab penyakit menular seksual. Dokter juga akan melakukan tes usap untuk mengambil sampel cairan tubuh di sekitar area kelamin. Sampel ini kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Pengobatan Penyakit Menular Seksual

Pengobatan terhadap penyakit menular seksual disesuaikan dengan penyebab infeksi, melalui pemberian obat-obatan berikut ini:

Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti gonore, chlamydia, dan sifilis. Antibiotik harus tetap dikonsumsi, walaupun gejala yang dirasakan telah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi kembali terjadi.

Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk tidak berhubungan intim hingga masa pengobatan berakhir dan gejala menghilang. Jenis antibiotik yang diberikan antara lain penisilindoxycyclineamoxicillin, dan erythromycin.

Selain membunuh bakteri, antibiotik seperti metronidazole dapat membunuh parasit pada penyakit trikomoniasis. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet yang diminum maupun sediaan yang dimasukkan ke dalam vagina.

Antivirus

Pengobatan dengan obat antivirus hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi risiko penyebaran. Jenis obat antivirus yang digunakan untuk menangani herpes genital adalah acyclovirfamciclovir, dan valacyclovir. Sementara untuk hepatitis, obat yang diberikan meliputi entecavir, interferon, dan lamivudine.

Antijamur

Untuk penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur, seperti candidiasis, dokter akan memberikan krim antijamur yang dioleskan ke vagina, seperti nystatin dan clotrimazole. Obat antijamur dalam bentuk tablet juga dapat diresepkan oleh dokter, seperti fluconazole dan miconazole.

Komplikasi Penyakit Menular Seksual

Deteksi dan penanganan terhadap penyakit menular seksual perlu dilakukan sejak dini. Jika dibiarkan, penyakit menular seksual dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

  • Peradangan pada mata
  • Radang sendi
  • Nyeri panggul
  • Radang panggul
  • Infertilitas
  • Penyakit jantung
  • Kanker serviks
  • Kanker anus
  • Abses anus

Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Beberapa penyakit menular seksual, seperti gonore, chlamydia, HIV, dan sifilis dapat menular dari ibu hamil ke janinnya selama kehamilan atau saat persalinan. Kondisi ini dapat memicu keguguran dan gangguan kesehatan atau cacat lahir pada bayi.

Mencegah Penyakit Menular Seksual

Langkah utama pencegahan penyakit menular seksual adalah menerapkan perilaku seks yang aman, yaitu menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan seksual.

Selain itu, ada beberapa tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Kenali pasangan seksual masing-masing.
  • Lakukan vaksinasi, terutama vaksin HPV dan hepatitis B.
  • Tidak menggunakan NAPZA, terutama dengan berbagi penggunaan jarum suntik.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Penderita penyakit menular seksual sebaiknya tidak melakukan hubungan seks hingga penyakit dinyatakan sembuh oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan.


Sumber:




















Wednesday, September 23, 2020

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 2



MATERI PEMBELAJARAN 2

BAB I
GAMETOGENESIS,MENSTRUASI, KEHAMILAN dan PERKEMBANGAN JANIN

A. GAMETOGENESIS 

Gametogenesis,  merupakan poses pembentukan gamet atau sel kelamin (baik sel kelamin pria atau sperma maupun sel kelamin wanita atau ovum) dengan cara membelah diri.
Di materi I sudah kita pelajari bahwa terdapat dua jenis proses pembelahan sel yaitu Mitosis dan Meiosis untuk membentuk gamet.  
Kita ingat kembali materi berikut:
Mitosis adalah pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan tapi tidak terjadi reduksi kromosom. Pada proses pembelahan mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersifat Diplooi (2n) yaitu 23 pasang atau 46 kromosom. 
Sedangkan Meiosis merupakan pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan dengan adanya reduksi kromosom. Pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersifat haploid (n) yaitu 23 kromososm.
Sel gamet terdiri dari gamet jantan (spermatozoa) yang dihasilkan di testis dan gamet betina (ovum) yang dihasilkan di ovarium. Produksi gamet antara laki-laki dan perempuan sangat jauh berbeda. Produksi gamet pada laki-laki disebut dengan Spermatogenesis dan produksi gamet pada perempuan disebut Oogenesis.

Perhatikan gambar pembelahan berikut ini!


Pengertian spermatogenesis dan oogenesis

A. Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa yang terjadi pada organ kelamin jantan yaitu testis atau tepatnya di Tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Pematangan sel terjadi pada Tubulus Seminiferus yang kemudian disimpan dalam epididimis. 
Diferensiasi sel merupakan proses tumbuh dan berkembangnya sel ke arah fungsi khusus yang tidak dimiliki oleh sel asal.
Hormon Yang Berperan dalam Proses Spermatogenesis
Berikut ini merupakan beberapa hormon yang mempengaruhi terbentuknya Sel Spermatozoa
  1. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormon / FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormon / LH).
  2. LH merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.
  3. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis.
  4. Hormon pertumbuhan, secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis

B. Oogenesis


Oogenesis merupakan proses pembentukan sel telur (ovum) dalam Ovarium Wanita. Tahap awal Oogenesis dimulai pada tahap embroi awal dan akan selesai setelah pubertas. Produksi sel telur pada wanita memiliki pola siklik dan biasanya akan terjadi sekali dalam sebulan

Hormon – Hormon Yang Berperan Dalam proses Oogenesis
Berikut ini merupakan beberapa hormon yang mempengaruhi proses pembentukan oogenesis, yaitu pada wanita usia reproduksi akan terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis hipothalamus-hipofisisovarium.

Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutinuezing hormone). FSH dan LH menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron akan memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel. Hormon prolaktin merangsang produksi susu. Mekanisme umpan balik positif dan negatif aksis hipothalamus hipofisis ovarium.

Perbedaan antara Spermatogenesis dan oogenesis

  1. Perbedaan yang pertama adalah spermatogenesis terjadi pada testis sementara oogenesis terjadi pada ovarium.
  2. Perbedaan yang kedua adalah sperma lebih kecil dari spermatosit sedangkan pada oosit ovum lebih besar.
  3. Perbedaan selanjutnya adalah nukleus mengalami pemadatan di dalam sperma sementara di dalam ovum tidak dapat ditemukan pada pemadatan nukleus.
  4. Di dalam spermatogenesis hanya sedikit saja makanan yang disimpan di dalamnya namun di dalam oogenesis ada banyak makanan dan biokimia yang dicadangkan di dalam ovum.
  5. Sebuah spermatosit primer dibagi untuk dapat membentuk dua spermatosit sekunder sedangkan sebuah oosit primer membagidiri untuk membentuk satu oosit sekunder dan satu badan polar.
  6. Sebuah spermatosit sekunder akan membagi diri untuk membentuk dua spermatid sementara oosit sekunder membelah diri untuk memebntuk satu sel terlu dan juga satu badan polar.
  7. Di dalam proses spermatogenesis tidak akan ada badan polar yang terbentuk sementara di dalam proses oogenesis terbentuk badan polar.
  8. Pada proses spermatogenesis sebuah spermatogonium membentuk empat spermatozoa sedangkan di dalam proses oogenesis sebuah oogonium membentuk hanya satu sel telur saja.
  9. Di dalam proses spermatogenesis pada umumnya selesai pada testis sehingga membuat sperma matang dilepaskan dari testis sedangkan oogenesis sering selesai pada saluran reproduksi wanita atau pun banyak hewan di dalam air dikarenakan oosit dilepaskan dari ovarium.
  10. Pada proses spermatogenesis merupakan proses untuk mengambil bagian dalam reproduksi, spermatid berubah menjadi benang sperma oleh proses spermatogenesis sedangkan di dalam proses oogenesis ootid yang mengambil bagian di dalam reproduksi.
  11. Spermatogenesis merupakan proses yang terus menerus terjadi dan lengkap sekitar 74 hari sedangkan proses oogenesi merupakan proses terputus dan akan selesai dalam kurun waktu beberapa hari atau beberapa tahun.
  12. Proses spermatogenesis menghasilkan gamet motil (bergerak) sedangkan oogenesis menghasilkan gamet non – motil.

B. MENSTRUASI

Proses menstruasi adalah luruhnya dinding rahim (endometrium) yang dipersiapkan untuk kehamilan karena sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma. 
Setiap wanita akan mengalami proses ini namun siklusnya berbeda-beda.  
Proses menstruasi merupakan sebuah siklus (terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang hampir sama). Siklus menstruasi umumnya terjadi selama 28 hari, dihitung dari hari pertama periode haid saat ini hingga hari pertama periode haid selanjutnya. Kendati demikian, tidak semua wanita memiliki panjang siklus menstruasi yang sama. Siklus ini terkadang bisa datang lebih cepat atau justru lebih lambat, tergantung kondisi masing-masing wanita.
Lama menstruasi rata-rata berkisar antara 3 hingga 7 hari. Jumlah darah yang keluar pun rata-rata sebanyak 20-60 ml.

Fase-fase menstruasi yang perlu dipahami:

1. Fase menstruasi atau pendarahan

Fase keluarnya darah haid ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sampai hari ke-5 dari siklus menstruasi. Beberapa sumber menyebutkan bisa berlangsung sampai hari ke-7 dan ini masih dianggap normal.
Peristiwa berikut terjadi selama fase haid ini:
  • Hormon progesteron turun drastis.
  • Lapisan rahim luruh dan keluar dalam bentuk darah menstruasi.
  • Darah yang keluar sekitar 10-80 ml.
  • Pada fase menstruasi ini Anda mungkin mengalami kram perut. Kram ini disebabkan oleh kontraksi rahim dan otot-otot perut untuk mengusir darah haid.
Selama pekan ini, kondisi fisik berada pada titik terendah, bahkan bisa dikatakan memiliki energi terendah diantara fase siklus menstruasi lainnya. Oleh sebab itu, wanita cenderung lemas dan ingin beristirahat.
Meskipun butuh istirahat, namun tiduran saja di kamar juga tidak dianjurkan. Lakukanlah gerakan ringan seperti berjalan di halaman, melihat pemandangan, dan aktivitas ringan lainnya. Di samping itu, penuhilah kebutuhan cairan dan asupan makanan, karena pada fase ini Anda butuh energi ekstra.
2. Fase folikular
Ini disebut fase folikuler karena kelenjar pituitari (hipofisia) melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH). Hormon inilah yang merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi dewasa (matang).
Fase ini juga dimulai dari hari pertama menstruasi, tetapi berlangsung sampai hari ke-13 dari siklus menstruasi. Peristiwa berikut terjadi selama fase ini:
  • Kelenjar hipofisis di otak mengeluarkan hormon FSH yang merangsang sel-sel telur dalam ovarium untuk tumbuh.
  • Salah satu sel telur mulai masak di dalam struktur yang disebut folikel (kantung). Dibutuhkan 13 hari bagi sel telur untuk mencapai kematangan.
  • Ketika sel telur matang, folikel mengeluarkan hormon yang merangsang rahim untuk membentuk lapisan pembuluh darah dan jaringan lunak yang baru disebut endometrium. Ini merupakan langkah untuk pemulihan dari fase menstruasi yang pertama.
Selain itu, hormon estrogen dan testosteron mulai meningkat selama fase ini. Hal ini akan memberikan dorongan energi dan meningkatkan mood wanita. Anda bahkan mungkin merasa lebih tegas dan berani mengambil risiko.
Testosteron bertugas untuk merangsang libido, sedangkan estrogen membuat wanita merasa lebih terbuka dan menekan nafsu makannya.

3. Fase ovulasi

Ovulasi adalah puncak dari semua kerja keras tubuh selama fase menstruasi sebelumnya. Atas perintah otak melalui produksi hormon LH (luteinizing hormone), sel telur yang sudah matang akan dilepaskan dari folikel di ovarium ke saluran tuba (tuba fallopi) dan akan bertahan selama 12-24 jam.
Kejadian ini terjadi pada hari ke-14 dari siklus, sel telur yang dilepaskan tersapu ke tuba falopi oleh silia fimbriae. Fimbriae adalah struktur berbentuk seperti jari-jari yang terletak di ujung tuba falopi dekat dengan ovarium. Sedangkan silia merupakan rambut getar yang halus, berfungsi untuk mengantarkan sel telur menuju rahim.
Pada fase ini, produksi hormon estrogen dan testosteron mencapai puncaknya, sehingga meningkatkan efek dari fase folikular. Anda mungkin merasa terlihat lebih baik dan percaya diri sehingga akan lebih mudah untuk mengendalikan pikiran dan perasaan. 

4. Fase luteal

Disebut fase luteal karena pada fase menstruasi ini terbentuk korpus luteum, yaitu bekas folikel setelah ditinggal sel telur. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron.
Fase luteal adalah fase menstruasi yang terkahir. Fase luteal dimulai pada hari ke-15 dan berlangsung sampai akhir siklus menstruasi.
Peristiwa berikut terjadi selama fase luteal:
  • Sel telur yang dilepaskan selama fase ovulasi akan tetap berada di tuba falopi selama 24 jam.
  • Jika sel sperma tidak membuahi sel telur dalam waktu tersebut, sel telur akan hancur.
  • Hormon progesteron yang membuat rahim mempertahankan endometrium akan habis pada akhir siklus menstruasi. Hal ini menyebabkan dimulainya kembali fase siklus menstruasi berikutnya.
Pada fase luteal, produksi hormon estrogen dan testosteron akan menurun dan sebagai gantinya tubuh mulai memproduksi progesteron. Hormon progesteron adalah hormon anti-kecemasan alami, sehingga Anda berada pada suasana perasaan yang 'stabil' setelah 'menggebu-gebu' pada fase ovulasi.
Meski demikian, beberapa wanita juga bisa merasakan gejala PMS seperti keinginan makan makanan berkarbohidrat tinggi, perut kembungsakit kepala, kecemasan dan kemurungan. Tak lama lagi dari gejala-gejala ini, maka datanglah menstruasi berikutnya.

Apa saja hormon yang memengaruhi siklus menstruasi?


Siklus menstruasi tidak hanya sekadar mengeluarkan darah setiap bulan, lalu kembali menunggu haid datang bulan depan. Di balik itu semua, siklus menstruasi terjadi dengan sangat kompleks dan dikendalikan oleh banyak kelenjar.
Setiap kelenjar juga menghasilkan hormon yang berbeda-beda pada saat siklus haid berlangsung. Struktur otak bernama hipotalamus bertugas untuk merangsang kelenjar pituitari yang mendorong ovarium menghasilkan berbagai hormon seks wanita.
Setidaknya ada 4 hormon penting yang memengaruhi keberjalanan siklus menstruasi Anda setiap bulannya, yaitu:

1. FSH  (Folicle Stimulating Hormon)

Semua hormon yang diproduksi oleh tubuh berasal dari hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian kecil pada pusat otak, bertindak sebagai "kelenjar master" yang mengendalikan banyak fungsi vital dalam tubuh.
Nah, siklus haid dimulai ketika hipotalamus merangsang kelenjar endokrin untuk memproduksi banyak hormon, salah satunya gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon GnRH ini merangsang kelenjar pituitari untuk memproduksi banyak follicle stimulating hormone (FSH) dan menurunkan jumlah hormon LH.
FSH adalah hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang perkembangan folikel (kantung kecil) menjadi sel telur yang matang. Sel telur inilah yang nantinya dipersiapkan menjelang masa subur.

2. Estrogen

Selama folikel berkembang dan menjadi matang, pada saat yang bersamaan memproduksi hormon estrogen. Hormon ini berperan penting untuk memberitahukan otak bahwa sel telur telah matang.
Setelah itu, hormon estrogen akan mengirimkan sinyal pada kelenjar pituitari untuk berhenti memproduksi FSH dan mulai memproduksi banyak luteinizing hormon atau hormon LH - kebalikan dari yang tadi. Jika tidak terjadi pembuahan, hormon estrogen akan menurun tajam dan terjadilah menstruasi.
Namun jika sel telur berhasil dibuahi sel sperma, maka estrogen akan bekerja bersama dengan progesteron untuk menghentikan ovulasi selama kehamilan. Hal inilah yang membuat Anda tidak menstruasi saat hamil.

3. LH  (Luteinizing Hormon).

Luteinizing hormon atau LH adalah hormon yang bertugas untuk memicu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Folikel sel telur yang sudah dilepaskan akan berubah menjadi korpus luteum atau folikel kosong.

4. Progesteron

Setelah terjadinya ovulasi, folikel kosong atau korpus luteum akan melepaskan hormon progesteron. Hormon progesteron adalah hormon yang membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk berjaga-jaga jika nantinya terjadi pembuahan (kehamilan).
Namun, jika tidak ada kehamilan, maka kadar progesteron akan kembali menurun dan menyebabkan dinding rahim Anda meluruh. Proses inilah yang disebut dengan menstruasi atau haid.

Ciri-ciri siklus menstruasi tidak normal

Kalau diperhatikan, panjang siklus dan lama menstruasi antara Anda dan teman Anda, atau bahkan dengan saudara kandung perempuan Anda sendiri pun, bisa jadi berbeda. Anda mungkin memiliki siklus haid 28 hari, namun teman Anda bisa sampai 35 hari.
Tidak perlu khawatir jika panjang siklus haid Anda tidak sama seperti saudara kandung atau teman Anda, karena memang siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda.
Melansir dari Everyday Health, siklus menstruasi normal rata-rata terjadi setiap 21-35 hari. Sedangkan lama menstruasi yang normal berlangsung sekitar 3-7 hari.
Bila panjang siklus dan lama menstruasi Anda kurang atau melebihi waktu tersebut, bisa jadi ini pertanda bahwa siklus menstruasi Anda tidak normal.
Ciri-ciri siklus menstruasi tidak normal adalah:
  • Siklus haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
  • Lama menstruasi lebih dari 8-10 hari.
  • Terdapat gumpalan darah dengan diameter lebih dari 2,5 cm
  • Tidak menstruasi selama beberapa bulan yang bukan karena kehamilan
Untuk mengetahui normal atau tidaknya siklus menstruasi Anda, sebaiknya selalu catat panjang siklus dan jumlah hari haid Anda. Catat selama minimal 3 bulan, kemudian hitung rata-ratanya minimal 3 bulan. 
Jika panjang siklus haid lebih dari 35 hari atau lama menstruasi lebih dari 10 hari, lalu masalah ini terjadi selama berbulan-bulan, segera konsultasikan ke dokter.

Cara menghitung siklus haid

Cara menghitung siklus haid dimulai dari hari pertama darah menstruasi Anda keluar di bulan ini. Bercak cokelat atau flek yang biasanya muncul beberapa hari menjelang haid tidak termasuk ke dalam siklus haid Anda, ya!
Contohnya begini: Misalnya saja, hari pertama menstruasi Anda di bulan ini jatuh pada tanggal 12 Mei. Jangan lupa tandai di kalender. Tunggulah sampai menstruasi Anda berakhir, lalu jangan lupa kembali tandai kalender Anda.
Ketika bulan depan Anda haid lagi, jangan lupa catat kembali tanggalnya. Misalnya Anda haid pada tanggal 10 Juni, maka inilah awal siklus haid Anda yang baru.
Setelah itu, hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi sebelumnya (12 Mei) sampai satu hari sebelum menstruasi Anda bulan berikutnya (tanggal 9 Juni). Jangan hitung sampai tanggal 10 Juni karena pada hari itu, Anda sudah menstruasi lagi. Hal ini sudah terhitung ke dalam siklus haid selanjutnya.
Setelah dihitung, dari tanggal 12 Mei sampai 10 Juni ada 29 hari. Nah, inilah panjang siklus haid Anda, yaitu per 29 hari sekali.

Sebagai pelengkap, simaklah video berikut:
Courtesy to youtube


C. KEHAMILAN DAN PROSES PERKEMBANGAN JANIN

Sel sperma akan membuahi sel telur
Proses kehamilan didahului oleh proses fertilisasi yaitu pembuahan satu sel telur oleh satu sel sperma (spermatozoa) dan hasilnya akan terbentuk zigot

Apa yang dimaksud zigot?
Zigot adalah sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya sel ovum dan sel sperma yang telah masak. Zigot adalah awal dari proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim perempuan. Lama kelamaan, Zigot ini akan berkembang menjadi janin dan embrio yang lalu akan dilahirkan menjadi bayi

Zigot mulai membelah diri satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel dan seterusnya. Pada hari ke empat zigot tersebut menjadi segumpal sel yang sudah siap untuk menempel pada dinding rahim (endometrium). Peristiwa ini disebut implantasi atau nidasi.

Kehamilan dimulai sejak terjadinya proses nidasi atau implantasi ini. Pada hari ketujuh gumpalan tersebut sudah tersusun menjadi lapisan sel yang mengelilingi suatu ruangan yang berisi sekelompok sel di bagian dalamnya. Sebagian besar manusia, proses kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 20 – 38 minggu disebut kehamilan preterm,sedangkan bila lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postterm

Menurut usianya, kehamilan ini dibagi menjadi 3 yaitu kehamilan trimester pertama 0 – 14 minggu, kehamilan trimester kedua 14 – 28 minggu dan kehamilan trimester ketiga 28 – 42 minggu.


PROSES PERKEMBANGAN JANIN


Untuk melengkapi pengetahuan kalian, simak video  perkembangan janin hingga menjadi bayi berikut




                                                             Cortesy to youtube

LINK TUGAS 2 
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA

KELAS 9A

KELAS 9B

KELAS 9C

KELAS  9D







Sumber:
https://www.pelajaran.co.id diakses tanggal 24 Juni 2020
https://ekosistem.co.id diakses tanggal 27 Juni 2020
https://www.dosenpendidikan.co.id diakses tanggal 27 juni 2020
https://www.alodokter.com diakses tanggal 28 juni 2020
https://www.honestdocs.id diakses tanggal 30 juni 2020
https://pkbi-diy.info diakses tanggal 1 Agustus 2020

Sunday, September 13, 2020

OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA 1


KELAS VII



MATERI PEMBELAJARAN 1

BAB I
OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA

Sub BAB 1
PENGAMATAN DALAM IPA

Apakah yang akan dipelajari dalam bab ini?. Dalam bab ini kita akan belajar 2 (dua) hal yaitu :

a. Obyek IPA atau apa saja yang dipelajari dalam IPA
b. Kegiatan pengamatan atau penelitian di dalam IPA.

Apa saja yang menjadi obyek IPA? 
Yang menjadi obyek IPA adalah semua benda yang ada di alam, baik benda mati atau hidup berikut interaksinya satu dengan yang lain untuk dipelajari pola-pola keteraturannya. Misalnya interaksi antara air dengan tumbuh-tumbuhan, interaksi antara udara dengan manusia, inetraksi antara iklim dengan binatang, dan sebagainya.

Apakah yang dimaksud pengamatan atau penelitian dalam IPA?
Yaitu kegiatan manusia melalui prosedur kerja tertentu yang bertujuan untuk mempelajari benda-benda yang ada di alam berikut interaksinya.

Para siswa, selanjutnya tugas kalian adalah :
1.Mempelajari Buku Teks (Buku Paket) dari sekolah.
2.Mempelajari 2 (dua) video pembelajaran berikut ini.
3.Membuat catatan hal-hal yang penting di buku catatan.
4.Mengerjakan tugas yang akan diberikan 2 (dua) hari setelah kalian mempelajari video pembelajaran.

Video 1
Courtesy to Youtube




Video 2
Courtesy to Youtube

Demikian Video sudah disampaikan.

Sekali lagi jika ada pertanyaan bisa kalian tulis di kolom komentar di bagian bawah blog ini.
----------------------------------------------------
TUGAS I 
OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA

Pilihlah link  di bawah yang sesuai dengan kelas anda!

SOAL KELAS  7A

SOAL KELAS 7B