Wednesday, December 25, 2019

Cara Mengganti Password Email di Gmail

tentangfenomena.blogspot.com Untuk menjaga keamanan akun tentunya kita perlu mengganti password atau kata sandi di email kita secara berkala. Walaupun sebenarnya ini pekerjaan mudah tetapi bagi yang belum pernah melakukan menjadi masalah juga. Apa lagi jika mendadak harus mengganti password email karena suatu keadaan atau peristiwa yang diperkirakan akan mengancam keamanan akun kita.

Langsung saja mari kita lakukan pekerjaan mengganti password ini:
1.  Masuk ke akun Gmail anda seperti biasa kalau kita akan membuka email.
2.  Jika email sudah terbuka, lihat sudut kanan atas, di sana ada gambar roda bergerigi yang bila kita melakukan mouse over  atau mengarahkan kursor ke roda ini maka akan muncul tulisan Setting (jika akun anda menggunakan Bahasa Inggris) atau Setelan (jika akun anda menggunakan Bahasa Indonesia). Perhatikan Gambar berikut!

3.  Jika menu setting sudah keluar pilih / klik account and impor  seperti gambar berikut:

4.  Langkah selanjutnya bisa mengikuti gambar berikut ini:



Begitu yang dapat saya tulis sebagai catatan, semoga bisa diambil manfaatnya.

Wednesday, November 6, 2019

Dimensi Pengetahuan dalam Pembelajaran

tentangfenomena.blogspot.com Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengetahuan berarti (1) segala sesuatu yg diketahui; kepandaian, (2) segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Intinya bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang. Sedangkan definisi pengetahuan menurut para ahli, Pengetahuan ialah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca  indera manusia yaitu : indera penglihatan, pendengaran, penciuman,  rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Soekidjo, Notoadmodjo 2003).  (Pengertian Pengetahuan Menurut Para Ahli)
Seiring dengan kebutuhan memecahkan kesulitan dalam berkarya Penguasaan pengetahuan dapat diklasaifikasikan dalam beberapa level. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut diperlukan ketrampilan berupa mengenali data, menggambarkan, menjelaskan, memprediksi, dan mengotrol. Sebagai tenaga profesional seorang guru juga memerlukan ketrampilan tersebut. Pada tingkatan  memprediksi berarti guru dapat menjadi peramal dengan memperhitungkan yang bakal terjadi atas dasar data dan mengetahuan yang dimilikinya.

Guru profesional juga harus menguasai  ilmu pengetahuan atau materi pelajaran yang diajarkannya. Hal ini berlaku untuk semua guru, baik guru yang berpengalaman maupun yang belum berpengalaman. Tak ada toleransi bagi guru yang baru sekali pun dalam penguasaan pengetahuan sekurang-kurangnya harus menguasai sampai tingkatan mampu menjelaskan. Tingkatan lebih tinggi dari itu jika guru mempu memperediksi terhadap dampak perlakuan tiap tindakan terhadap perbaikan sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Dan puncak kepiawaian penguasaan ilmu jika guru mampu mengontrol setiap tindakannya sehingga mengetahui benar pengaruhnya terhadap siswa. 
Penguasaan pengetahuan meliputi  penguasaan fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif.

a. Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual bekaitan dengan pernyataan yang benar karena sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Misalnya, “anak itu sedang berjalan”, pernyataan itu faktual jika kenyataannya memang anak itu berjalan bukan sedang duduk. Seorang guru menguji pengetahuan faktual siswa jika pernyataan yang dibuatnya sesuai dengan kondisi yang senyatanya. Mengenali fakta tidak selalu mudah. Memperhatikan struktur luar suatu benda boleh jadi merupakan proses yang mudah, namun mengenali fakta yang abstrak memerlukan pengetahuan pendukung yang lebih banyak. Oleh karena itu, tingkat kesulitan mengenali fakta bersifat relatif. Di samping  itu yang termasuk pengetahuan adalah definisi.
Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya.
Sebagai contoh dari pengetahuan faktual adalah sebagai berikut:
  1. pengetahuan tentang langit, bumi, dan matahari;
  2. pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
  3. pengetahuan tentang karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
  4. pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta;
  5. pengetahuan tentang matahari yang mengeluarkan sinar panas;
  6. pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan; 
  7. pengetahuan tentang desa dan kota;
  8. pengetahuan tentang bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
  9. pengetahuan tentang berbagai tindakan kriminal di masyarakat; 
  10. lambang-lambang dalam matematika seperti, lambang “5”, “+”, “-”, dan “:”;
  11. pengetahuan tentang berbagai bentuk lukisan yang dipamerkan.

b. Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan  konseptual berkaitan dengan klasifikasi, kategori; prinsip-prinsip,  generalisasi; teori, model dan struktur. Penguasaan pengetahuan faktual ditandai dengan kemampuan mengklasifikasikan data, mengelompokan data berdasarkan ciri-ciri kesamaannya, atau berdasarkan perbedaannya; menunjukkan kekuatan atau kelemahan sebuah pernyataan, mengenali prinsip-prinsip, menyimpulkan, menguasai teori, menunjukan contoh, dan mengenali struktur.
Pengetahuan konseptual memuat ide (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu contoh atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) berbagai objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan klasifikasi dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur
Contoh pengembangan konsep yang relevan misalnya sebagai berikut:
  1. pengetahuan tentang teori evolusi dan rotasi bumi;
  2. pengetahuan tentang macam-macam hubungan interaksi dan sistem sosial;
  3. pengetahuan tentang struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
  4. pengetahuan tentang fungsi peta dalam geografi;
  5. pengetahuan tentang hukum-hukum fisika dasar;
  6. pengetahuan tentang makanan sehat;
  7. pengetahuan tentang prinsip-prinsip pemerintahan desa;
  8. pengetahuan tentang prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
  9. pengetahuan tentang dasar-dasar pengembangan karakter mulia;
  10. pengetahuan tentang penjumlahan dan pengurangan;
  11. pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar melukis. 
c. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana urutan langkah-langkah dalam melakukan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk menentukan penggunaan prosedur yang tepat (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). 
Penguasaan pengetahuan prosedural berarti penguasaan proses, misalnya, siswa dapat melaksanakan penelitian melalui proses yang bertahap, yaitu (1) merumuskan pertanyaan (2) merumuskan latar belakang pemikiran (3) merumuskan hipotensi (4) menguji kebenaran hipotesis melalui eksperimen (5) analisis hasil atau  menyimpulkan bahwa hipotesis benar atau salah (6) merumuskan hasil penelitian.

Penguasaan prosedur bisa juga dalam proses berpikir yang dapat diwujudkan dalam proses berpersepsi, introspeksi, mengingat, berkreasi, berimajinasi, mengembangkan ide, atau berargumentasi. Di sini terdapat penguasaan untuk merumuskan atau mengikuti tahap kegiatan sesuai dengan proses yang seharusnya.
Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:
  1. pengetahuan tentang prosedur pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
  2. tentang prosedur pendirian organisasi sosial;
  3. tentang mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
  4. tentang langkah-langkah pembuatan gambar peta;
  5. tentang langkah-langkah pengukuran tegangan listrik;
  6. tentang pola makan yang baik dan sehat;
  7. tentang tata cara pemilihan kepala desa;
  8. tentang langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
  9. tentang langkah-langkah pengembangan karakter mulia bagi peserta didik di sekolah; 
  10. pengetahuan tentang langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
  11. pengetahuan tentang teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis menggunakan cat air di atas kanvas.

d. Pengetahuan Metakognitif
Metakognitif merupakan bagian dari memonitor diri terhadap pengetahuan pribadi. Monitoring mengacu pada cara guru mengevaluasi apa yang telah kita ketahui dan belum kita ketahui. Proses-proses yang terlibat dalam monitoring tersebut meliputi:
  1. Pertimbangan permudahan belajar (easy of learning judgements)
  2. Pertimbangan perasaan mengetahui (feeling of knowing judgements)
  3. Pertimbangan hasil pembelajaran (judgements of goal learning)
  4. Keyakinan terhadap jawaban-jawaban yang diingat (confidence of retrived answered)
Metakognitif merupakan kemampuan tertinggi penguasaan pengetahuan. Metakognitif  menurut Livingstone (1997) adalah “berpikir tentang berpikir”. Menurut Flavell sebagaimana dikutip Livingstone menyatakan bahwa metakognisi terdiri atas dua unsur yaitu pengetahuan dan pengalaman atau regulasi. Metakognitif merujuk pada proses mengusai ilmu pengetahuan dan proses berpikir. Dalam hal ini siswa dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dikuasinya untuk membangun pengetahuan baru. Metakognitif bisa juga dimaknai memiliki pemahaman mengenai belajar tentang cara belajar.

Flavell sendiri membagi metakognitif ke dalam tiga kategori, yaitu ilmu pengetahuan tentang variabel orang, variabel pekerjaan, dan variabel strategi. Memahami tipe belajar diri sendiri termasuk variabel orangnya. Variabel pekerjaan mencakup aktivitas belajar dan langkah kegiatan berpikir berpikir pada kegaitan belajar. Belajar menjadi proses beraktivitas dan berkarya. Variabel strategi menyangkut cara yang siswa gunakan untuk mewujudkan tujuan belajar.

Meningkatkan pengetahuan metakognitif akan terlihat pada strategi guru memfasilitasi siswa mengembangkan daya belajarnya tidak hanya mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuannya namun siswa terampil belajar, mengembangkan kemandirian siswa dalam menerapkan berbagai cara sehingga dapat mengembangkan pengetahuan bermodalkan pengetahuan yang dipelajarinya.

Jadi metakognitif memiliki kesamaan makna dengan berpikir tentang cara berpikir, belajar tentang belajar atau  belajar tentang bagaimana cara belajar. Pengujian terhadap kemampuan ini bisa dilakukan dengan cara menantang siswa menunjukkan kompetensinya dalam bentuk menggunakan pengetahuan yang telah dipelajarinya untuk mengembangkan inisiatif belajar secara mandiri sehingga dapat mengembangkan pengetahuan barunya. Tugas mandiri untuk mengembangkan daya inisiatif sendiri, mengembangkan ide-ide kreatif, mendisain model baru, inisiatif baru, atau mengembangkan karya inoatif merupakan cara yang sesuai untuk menghimpun informasi tentang kemampuan belajar dengan mendayagunakan ilmu yang dimilikinya.

Misalnya, siswa akan menghadapi ulangan dalam bentuk tes pilihan ganda. Siswa yang mengetahui pengetahuan metakognitif, mengetahui bahwa untuk menyelesaikan soal pilihan ganda, mereka hanya perlu menegenali jawaban yang tepat dan tidak perlu mengingat kembali informasi secara rinci seperti yang dibutuhkan dalam soal uraian. Pengertahuan kognitif ini akan mempengaruhi persiapan siswa tersebut dalam menghadapi ulanagn harian.

Jenis-Jenis Pengetahuan Metakognitif
1) Pengetahuan strategis
Pengetahuan strategis adalah penegtahuan tentang strtegi-strategi belajar dan berpikir serta pemecahan masalah.
Contohnya:
  1. Pegetahuan tentang mengulang-ulang informasi merupakan salah satu cara unuk menanamkan informasi
  2. Pengetahuan bahwa beraneka strategi mnemonic atau sering disebut “jembatan keledai” mempermudah mengahafal (misalnya untuk menghafal   warna   pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu menggunakan akronim “mejikuhibiniu”)
  3. Pengetahuan tentang berbagai strategi elaborasi sperti memparafrase dan merangkum
  4. Pengetahuan tentang berbagai strategi pengorganisasian seperti menuliskan garis-garis besar dan menggambar diagram
  5. Pengetahuan untuk mererncanakan strategi seperti merumuskan tujuan membaca, pengetahuan tentang strategi-strategi pemahaman dan pemonitoran seperti mengetes diri sendiri dan mengajukan pertanayaan kepada diri sendiri.
2) Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif
Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif adalah pengetahuan tentang kapan menggunakan strategi belajar, berpikir, dan pemecahan masalah pada kondisi dan konteks yang tepat.
Contohnya:
  1. Pengetahuan baha tugas mengingat kembali (misalnya soal jawaban singkat) berbeda dengan tugas mengenali (misalnya soal pilihan ganda)
  2. Pengetahuan bahwa buku sumber lebih sulit dipahami daripada buku teks atau buku populer
  3. Pengetahuan bahwa buku strategi elaborasi seperti memparafrase dan mernagkum dapat membuahkan pemahaman yang mendalam
  4. Pengetahuan tentang norma-norma sosial, lokal dan umum, konvensional dan kultural untuk bagaimana, kapan, dan mengapa menerapkan strategi tertentu
3) Pengetahuan diri
Pengetahuan diri adalah pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
Contohnya:
  1. Pengetahuan bahwa dirinya mempuyai pengetahuan yang mendalam pada satu bidang, tetapi tidak mendalam pada sebagian bidang yang lain.
  2. Pengetahuan bahwa dirinya cenderung mengandalkan strategi kognitif tertentu dalam situasi tertentu
  3. Pengetahuan yang akurat tentang kemampuan sendiri untuk menyelesaikan tugas tertentu
  4. Pengetahuan tentang minat pribadi pada tugas tertentu
  5. Pengetahuan tentang keputusan pribadi tentang manfaat suatu tugas

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Sumber :
  1. http://zultogalatp.wordpress.com/2013/06/15/metakognitif-dalam-pembelajaran/
  2. http://pengertian-definisi-adalah.blogspot.com/2013/08/pengertian-pengetahuan-menurut-para-ahli.html
  3. http://download.portalgaruda.org/article.php
  4. kbbi online.web.id

Saturday, October 26, 2019

MEMBUAT RANKING NILAI SECARA OTOMATIS

tentangfenomena.blogspot.com Membuat peringkat atau ranking nilai merupakan pekerjaan guru yang melakukan penilaian kepada siswanya. Demikian juga wali kelas akan melakukan hal yang sama ketika akan melaporkan nilai hasil penilaian tengah semester (PTS) kepada siswa bimbingannya.
Membuat peringkat dengan cara yang sering kita lakukan yaitu menggunakan fasilitas yang disediakan di komputer adalah cara kebanyakan yang biasa kita gunakan. Dengan menggunakan cara ini kita akan membuat peringkat dari peringkat 1 (satu) hingga sejumlah siswa yang kita libatkan dalam penilaian, misalnya peringkat 1 hingga peringkat 32. Jika kita cermati, mungkin ada semacam ketidakadilan karena beberapa siswa yang nilanya sama akan mempunyai peringkat yang berbeda gara-gara waktu kita lakukan "sort & Filter" posisi siswa ada di atas dan di bawah meskipun nilai mereka sama.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar 1 : Membuat ranking dengan fasilitas sort & filter, tidak ada siswa yang sama peringkatnya.
Pada posting kali ini penulis akan berbagi cara (terutama kepada pembaca yang belum pernah melakukan) membuat peringkat secara otomatis, sehingga beberapa siswa yang mempunyai jumlah nilai sama akan berada pada peringkat yang sama.
Namun dengan cara ini, ada juga kejanggalannya karena akibat ada beberapa siswa yang peringkatnya sama maka ada beberapa "angka peringkat" yang tidak muncul dalam daftar. Perhatikan contoh di bawah dan ikuti caranya.

Gambar 2 : Membuat ranking dengan rumus, hasilnya ada di tabel sebelah kanan
Gambar 3 : Membuat ranking dengan rumus, ada beberapa siswa yang peringkatnya sama

Demikian berbagi trik kali ini, semoga bermanfaat terutama bagi yang belum pernah menggunakan cara ini.



Thursday, October 24, 2019

Menentukan jumlah bayangan benda yang berada di antara dua cermin datar yang membentuk sudut tertentu.

tentangfenomena.blogspot.com. Seperti telah kita ketahui, jika sebuah benda berada di depan "sebuah" cermin datar maka akan terbentuk "sebuah" bayangan yang bersifat:
  1. maya (di belakang cermin)
  2. tegak
  3. sama besar dengan bendanya
  4. menghadap saling berkebalikan (jika benda menghadap ke timur maka bayangan menghadap ke barat)
  5. jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
Pertanyaannya, bagaimana jika sebuah benda diletakkan diantara dua buah cermin datar yang:
  1. saling sejajar?
  2. membentuk sudut tertentu antara satu dengan yang lain?
Untuk membahas ini marilah  kita awali dari nomer 2 yaitu, bagaimana keadan bayangan benda yang berada di antara dua cermin datar yang membentuk sudut tertentu.
Pada umumnya jumlah bayangan  benda yang berada di antara dua cermin datar ditulis dalam persamaan:
dengan : 
n = jumlah bayangan
α  = sudut yang dibentuk dua cermin.

Namun apakah persamaan tersebut berlaku mutlak? Untuk menjawab pertanyaan ini sebelumnya lebih baik kita lihat gambar berikut.

Gbr : 1 sudut cermin 90 derajat                           Gbr : 2 sudut cermin 90 derajat





Gbr : 3 sudut cermin 120 derajat                                 Gbr : 4 sudut cermin 120 derajat


Sumber Gambar : Dokumen Pribadi
Ada apa dengan gambar tersebut? Coba kita perhatikan: 
  1. pada gambar 1 benda berada di tengah-tengah (sudut 45 derajat) dari dua cermin datar yang membentuk sudut 90 derajat, ternyata terbentuk 3 (tiga) buah bayangan.
  2. pada gambar 2 benda berada di tepi (sudut 75 derajad) dari dua cermin datar yang membentuk sudut 90 derajat, ternyata terbentuk 3 (tiga) buah bayangan juga.
  3. pada gambar 3 benda berada di tengah-tengah (sudut 60 derajat) dari dua cermin datar  yang membentuk sudut 120 derajat, ternyata terbentuk 2 (dua) buah bayangan.
  4. pada gambar 4 benda berada di tepi (sudut 100 derajad) dari dua cermin datar yang membentuk sudut 120 derajat, ternyata terbentuk 3 (tiga) buah bayangan.
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan :
  1. Jika hasil bagimerupakan bilangan genap misalnya 4, 6, 8 ...dst dimanapun diletakkan benda di depan kedua cermin , maka berlaku rumus
  2. Jika hasil bagi merupakan bilangan ganjil misal 3,5,7 ...dst dan benda terletak di tengah-tengah kedua cermin sehingga membentuk sudut β (dimana β=α/2) maka berlaku rumus .
  3. Jika hasil bagi merupakan bilangan ganjil misal 3,5,7 ... dst dan benda terletak tidak di tengah-tengah kedua cermin sehingga  β   α/2  maka berlaku rumus  (tidak dikurangi 1)
 Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana jika hasil bagi
bukan merupakan bilangan bulat misalnya sudut dua cermin 55 derajat dan menghasilkan jumlah bayangan 5,54 dimana angka di belakang 5 atau lebih dari 5, maka jumlah bayangannya dibulatkan ke atas yaitu 6 dan jika angka dibelakang koma kurang dari lima, maka jumlah bayangannya dibulatkan ke bawah.

Demikian, sengaja memancing kritik dari pembaca supaya penulis lebih tahu.  Semoga segera datang kritik tersebut.

Monday, October 21, 2019

SLOGANS FOR CLASS part 1

Semangat dan kesadaran siswa dalam belajar dan menetapi tata tertib sekolah kadang harus dipacu. Biasanya wali kelaslah yang berkewajiban secara langsung untuk hal ini. Guru mata pelajaran yang mengajar di kelas yang menaruh perhatian juga sering memberikan nasihat kepada siswa.

Selain memberi nasihat, ada cara lain untuk menimbulkan semangat kepada siswa. cara tersebut diantaranya dengan memasang slogan-slogan di dinding kelas. Berikut ini beberapa contoh slogan yang bisa dipasang di kelas.














Tuesday, October 15, 2019

INFOGRAFIS


INFOGRAFIS PPDB

PPDB SMP NEGERI 2 JUMANTONO
PPDB SMP Negeri 2 Jumantono


Brosur PPDB SMPN 2 Jumantono tahun 2020



Cara Lain Presentasi Hasil Penulisan Karya Ilmiah


Infografis Hasil Penulisan Karya Ilmiah Remaja









4 ELEMEN PENTING DALAM INFOGRAFIS
Di era digital di mana info sangat dengan mudah didapatkan, kita jadi senantiasa ter-update dengan kondisi terkini. Penyajian info pun juga ada bermacam-macam caranya, bisa dengan teks, konten visual, maupun grafis. Penyajian informasi melalui grafis ini disebut infografis. Bagi Anda yang berniat membuat infografis, ada beberapa elemen yang tidak boleh Anda lewatkan. Berikut empat di antaranya.
1. Flow dan Style
Membuat infografis juga memperhatikan flow informasi yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.  Pada umumnya, infografis memiliki flow dari atas ke bawah atau dari kiri ke samping dengan format vertikal. Sebuah infografis harus memiliki tampilan visual yang mampu menarik pembaca untuk melihatnya. Oleh sebab itu, gunakan palet warna dan tetap konsisten pada format style yang Anda pilih. Untuk info yang paling penting, letakkan pada bagian atas sendiri dan semakin ke bawah adalah info tambahan saja. Jadi, konsepnya mirip seperti piramid. Dan satu lagi yang penting, buat agar orang bisa paham infografis Anda hanya dengan sekali melihat.
2. Data Story
Meskipun pada umumnya infografis menyajikan data berupa grafis atau angka-angka yang menunjukkan nilai statistik tertentu, Anda tidak boleh lupa mencantumkan sedikit narasi atau cerita dari data tersebut sebagai prolognya. Tidak mungkin hanya tiba-tiba menyertakan grafis data setelah judul, bukan? Agar lebih mudah dimengerti, sertakan beberapa kata atau kalimat yang mendukung data Anda. Jangan terlalu panjang karena justru bisa membuat orang malas membacanya. Sesuaikan juga dengan judul dan tema yang Anda pilih.
3. Kemas dalam Bentuk Hirarki
Info yang disajikan dalam bentuk hirarki atau bercabang-cabang layaknya pohon membuatnya mudah dipahami. Pada beberapa poin tertentu, Anda juga bisa mencantumkan warna yang berbeda untuk menunjukkan penekanan. Selain warna, Anda juga bisa bermain dengan spasi, font style, angka, dan ukuran huruf. Ini bertujuan untuk menarik perhatian pembaca. Anda juga bisa menambahkan beberapa efek seperti bolditalic, dan menggunakan huruf kapital asal tidak terlalu berlebihan dan tetap memperhatikan estetika.
4. Jarak Spasi
Dalam membuat infografis, Anda dituntut untuk bisa menyajikan info secara menyeluruh dengan ruang kerja yang minim. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa Anda sebaiknya tidak menyertakan terlalu banyak teks untuk penyajian informasi tersebut karena bisa membuat pembaca jenuh. Selain itu, terlalu banyak teks juga berpotensi membuat info tersebut terlewat terbaca oleh orang yang melihatnya. Selalu sisakan ruang kosong atau spasi. Spasi ini berguna untuk menyeimbangkan teks, gambar dengan ukuran besar, dan desain itu sendiri. Spasi ibarat poin jeda untuk pembaca sebelum mereka beralih dari satu elemen ke elemen lainnya dalam mencerna info yang ada.
Dengan memperhatikan empat elemen di atas, info yang ingin Anda berikan pada pembaca dapat tersampaikan dengan baik. Jangan sampai karena grafik yang Anda buat kurang informatif justru membuat pembaca kebingungan apa maksud sebenarnya dari infografis Anda.

Courtesy to https://uprint.id