Tuesday, May 26, 2015

Ternyata Kebiasaan Indonesia Mengimpor Membuat SDM Berkualitas Tinggalkan Tanah Air


tentangfenomena.blogspot.com.Tentu kita masih ingat sosok presiden ke-3 Republik Indonesia BJ. Habiebie, seorang yang berperawakan kecil, namun otaknya cerdas. Gaya bicaranya bersemangat, ide-idenya brilian.

Belum lama ini BJ Habiebie menyampaikan pendapatnya bahwa sikap dan peilaku Indonesia yang senang mengimpor merupakan salah satu penyebab SDM berkualitas yang dimiliki Indonesia memilih lari ke luar negeri dan enggan pulang ke Tanah Air. Arti lari di sini mengandung maksud bekerja di luar negeri.

Mengapa demikian? “Kalau mereka pulang ke sini (Indonesia) tidak ada lapangan pekerjaan untuk mereka (menganggur) karena kita rajin mengimpor” kata Habiebie usai jamuan makan malam memeringati 25 tahun Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesai (AIPI) di kediamannya kawasan Petra, Kuningan, Jakarta.
Selanjutnya beliau mengatakan :”Kita harus berkonsentrasi memanfaatkan produk dalam negeri sebanyak mungkin. Kalau konsisten dikerjakan maka mereka akan tetap di Indonesia”.
Beliau menyebutkan pokoknya orang-orang dengan kemampuan lebih harus bekerja, diberi pekerjaan, karena dengan bekerja dia menjadi unggul. “Kalau menganggur bakal habis kemampuan unggulnya,” katanya.
Ia menyebutkan dia dulu membangun industri strategis yang dapat memproduksi berbagai produk seperti kereta api kapal terbang dan senjata, namun karena reformasi, industri strategis dibubarkan.

"Kita ramai-ramai menikamnya, membunuhnya, dibubarkan. Itu dalam kaca mata saya kriminal, bayi perlu pembelajaran agar menjadi manusia produktif. Kalau anak sakit dibawa ke rumah sakit untuk disehatkan," katanya.
Menurut dia, perusahaan yang baru didirikan sama dengan bayi yang dilahirkan, kalau mengalami kesulitan cash flow harus disehatkan.

"Industri strategis waktu itu dibubarkan, saya protesnya bukan main, tapi tidak didengar, dalam kaca mata saya pembubaran itu kriminal tapi saya tidak sampaikan eksplisit karena bisa timbulkan sikap emosional," katanya.


Menurut dia, Indonesia harus mengandalkan masa depannya pada keunggulan SDM-nya. Untuk itu dibutuhkan biaya yang diperoleh dari penjualan sumber daya alam yang tebarukan dan tidak terbarukan.

Sumber bacaan dan gambar:
  1. http://www.antaranews.com
  2. litbang.kemdikbud.go.id
  3. bisniskeuangan.kompas.com
  4. teknologi.kompasiana.com