Wednesday, March 18, 2015

Menjadi Guru Profesional Sebagai Profesi

Guru merupakan pekerjaan mulia dan berpahala. Dari tangan gurulah lahir mutiara-mutiara bangsa yang membuat bangsa ini bersinar menerangi dunia. Dari tangan guru lahir bunga-bunga bangsa yang menebarkan aroma harum bangsa ini ke penjuru dunia. Di tangan para gurulah masa depan bangsa ini dibebankan. 

Guru membekali siswanya dengan ilmu, ketrampilan dan kepribadian yang baik. Bekal yang tidak bisa dilihat mata tetapi bisa dirasakan manfaatnya untuk meniti masa depan siswanya.
Dari sinilah pahala dari Tuhan akan dilimpahkan kepada para guru berkat jasa-jasanya itu. Untuk mencapai semuanya diperlukan guru yang profesiaonal yang benar benar menjadikan guru sebagai  profesi yang utama dalam hidupnya. 

Menjadi guru profesional sudah pasti merupakan dambaan bagi semua guru. Karena dengan profesional eksistensi guru diperhitungkan baik oleh kalangan siswa, orang tua siswa, teman sejawat, kepala sekolah maupun masyarakat pada umumnya.
Dari pihak orang tua dan masyarakat pada umumnya, tentunya mereka sangat berharap bahwa anak-anak mereka di sekolah dapat dididik oleh guru-guru yang profesional. Dari pihak siswa tentunya sangat mengharapkan kehadiran seorang guru yang profesional di hadapan mereka, yang akan mendidik dan membimbing mereka, memberi suri tauladan yang baik, mendidik dengan sabar dan penuh kasih sayang, menguasai materi pelajaran dan cara menyampaikan kepada siswa sehingga siswa mudah memahami pelajaran yang disampaiakan. Selanjutnya diharapkan seorang guru yang profesional dapat menginsiprasi hidupnya. Sedangakan dari teman sejawat dan kepala sekolah, tentunya kehadiran seorang guru yang profesional sangatlah diharapkan. Guru dan kepala sekolah sangat berharap ada "virus" keprofesionalan yang ditularkan kepada teman sejawat. Sehingga selalu ada semangat dan inovasi dalam segala bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai seorang guru.

Setiap individu menilai keprofesionalan seorang guru dengan kriteria mereka masing-masing. Ini disebabkan sudut pandang mereka juga berbeda-beda. Ada yang menilai dari kepandaian guru dalam mengajar di depan kelas, ada yang menilai dari kreativitas dan ide-ide guru , ada juga yang menilai dari ketrampilan guru baik di bidang akademik maupun non akademik. Sehingga bisa saja seorang guru dianggap profesional oleh A namun tidak profesional oleh B.

Guru yang profesional sudah pasti mencintai profesinya. Dia merasa dan menyadari bahwa dia dikirim oleh Tuhan ke dunia, lahir dan hidup memang untuk menjadi guru, menjadi pendidik bagi anak-anak bangsa ini. Jika rasa itu sudah tertaman dalam sanubari seorang guru maka dia  tidak akan mengganggap bahwa menjadi guru hanyalah profesi sampingan, melainkan profesi utama dalam hidupnya. Sebuah profesi yang diamanahkan oleh Tuhan kepadanya yang harus diemban sebaik-baiknya.

Lalu apa hubungannya dengan tulisan di atas?  Dalam kesempatan ini akan penulis sampaikan beberapa kriteria sehingga guru dianggap profesional yang yang diidam-idamkan semua pihak yang dirangkum dari beberapa pendapat ahli, praktisi atau pakar pendidikan.

Beberapa ciri guru profesional adalah : 


1.  Memahami dan menguasai konten materi yang akan disampaikan kepada siswa.

Yang dimaksud disini adalah menguasai pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan disampaiakan, pendekatan, strategi, model maupun taktik pembelajaran yang harus digunakan. Walaupun seorang guru harus mengajar kepada siswa di beberapa jenjang bahkan beberapa mata pelajaran seperti guru sekolah dasar, tetapi menguasai hal tersebut di atas adalah harus dimiliki. Untuk bisa mengasai semuanya memang berat namun harus bisa. Untuk itu seorang guru harus tidak puas dengan apa yang dia miliki saaat ini. Mereka harus belajar tanpa henti. 


2. Membuat perencanaan sebelum mengajar

Perencanaan yang matang akan membuahkan hasil yang lebih memuaskan. Demikian yang sering kita dengar. Pernyataan itu memang benar adanya. 
Perencanaan yang dimaksud dalam hal ini adalah meliputi perencanaan pelaksanaan pembelajaran di kelas, perencanaan pelaksanaan penilaian dan evaluasi, serta perencanaan perbaikan dan pengayaan bagi siswa tertentu. semuanya menjadi mata rantai yang tidak bisa diputus. Perencaan sangat penting agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan  sistematis dan searah.

3. Mengenali siswanya

Mengenali siswanya merupakan keharusan bagi seorang guru. Baik mengenali secara fisik seperti nama, keadaan fisik secara umum, maupun tingkah laku sehari-hari maupun mengenali secara non fisik misalnya emosi, pola pikir, kepribadian, gaya belajar dan sebagainya.Dengan mengenali siswanya guru akan lebih mudah memberi perlakuan kepadanya. Sebab fungsi guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik.

4.  Berpenampilan menarik dan meyakinkan


Secara umum penampilan seorang guru memang harus menarik, namun disamping menarik seorang guru harus berpenampilan meyakinkan. Ini akan berpengaruh secara psikologis dan emosional kepada siswa. Jika siswa melihat gurunya berpenampilan menarik dan meyakinkan maka akan timbul semangat dan kepercayaan siswa tersebut kepada guru. Jika sudah terbangun hal yang sedemikian baiknya, janganlah ini semua hilang karena siswa merasa tertipu dengan penampilan. Artinya seorang guru memang harus benar-benar berpenampilan menarik dan meyakinkan baik luar maupun dalamnya. 


5.  Membuat suasana kelas hidup

Kelas yang hidup maksudnya keadaan kelas dipenuhi dengan kegiatan pembelajaran oleh siswa dengan bimbingan guru. Kelas boleh saja ramai. namun ramainya kelas disebabkan para siswa sedang aktif melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelajaran uang dib erikan  gurunya. Mungkin diskusi, bermain peran, atau sedang melaksanakan kegiatan praktik. Dalam hal ini guru harus bisa mengendalikan keadaaan kelas sehingga walaupun kelas ramai tetapi ramainya siswa yang sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru harus tetap memantau kegiatan siswa sehingga siswa. Selain siswa merasa diperhatikan, dengan memantau aktivitas siswa dapat mencegah siswa melakukan kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. 
Selain itu seorang guru yang tampil di depan kelas hendaklah membuat suasana sejuk. Tebarkan senyum, sapa, salam dan kadang diselingi dengan humor akan lebih membuat kelas menjadi akrab.

6.  Selalu meng-update pengetahuannya

Di sini kata meng-update diambil dari bahasa Inggris yang artinya memperbaharui, sehingga makna dari kata di atas adalah bahwa guru harus selalu memperbaharui pengetahuannya.
Era telah berubah total. Guru yang jaman dahulu menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswanya sekarang tidak berlaku lagi. Guru jaman sekarang lebih tepat dikatakan sebagai fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Mengapa demikian? Dijaman dimana teknologi informasi dan komunikasi sudah berkambang dengan pesatnya, sumber belajar ada di mana-mana dan dapat diakses kapan saja oleh siswa. Tanpa ada batas ruang dan waktu. Dengan demikian seorang guru di jaman sekarang lebih tepat kalo dia berperan sebagai fasilitator, mendampingi siswanya menemukan pengetahuan yang mereka butuhkan. Sudah barang tentu atas arahan dari guru. Sebab bagaimanapun bebasnya dapat mengakses pengetahuan, namun tetap ada garis-garis yang ditegaskan.
Sebagai seorang fasilitator guru harus selalu mengikuti perkembangan iptek sehingga ketika akan memfasilitasi siswanya sudah mempunyai bekal yang cukup. Ini mengingat bahwa ilmu pengetahuan apapun berkembang dengan sangat cepatnya. jangan sampai seorang guru terbelenggu dengan apa yang sudah dimiliki ketika pertama akan menjadi guru atau ketika masih sekolah/kuliah. Jangan sampai seorang guru mengecewakan siswanya jika suatu saat siswa bertanya tentang apa yang dia baca dimedia massa sedang guru sendiri tidak tahu. Paling tidak guru harus menjawab dengan bijaksana sehingga kepercayaan siswa terhadap gurunya tetap terbangun

Demikian diantaranya ciri-ciri guru profesional. Selanjutnya guru profesional diharapkan memang benar-benar menjadi guru profesional sebagai profesinya.

Friday, March 13, 2015

Membuat Fungsi Faktorial dengan Ms Excel

Mengerjakan fungsi faktorial dengan cara menghitung manual tentu agak menyita pikiran. Jika angka yang difaktorialkan kecil mungkin tidak begitu bermasalah, tetapi jika angkanya cukup besar tentulah repot.

Berikut ini kita akan membuat fungsi faktorial menggunakan bantuan Ms Excel, sehingga angka berapapun yang kita buat faktorial tidak menjadi masalah.

Rumus yang digunakan adalah  =Fact(nilai)  atau  =Fact(sel)
Untuk rumus pertama misalnya kita akan mencari 4! yang artinya 4x3x2x1 maka kita tulis rumus =Fact(4) pada sebuah sel lalu kita tekan ENTER maka hasilnya 24

Untuk rumus ke-2 Langkah-langkahnya bisa dilihat pada gambar berikut :



Selanjutnya untuk sel-sel dibawahnya dapat kita cari faktorialnya dengan copy -paste. Lihat ganbar selanjutnya berikut ini:


Demikian posting kali ini, semoga ada gunanya...




Saturday, March 7, 2015

Anda pasti bisa : Menjadi Guru yang Efektif dan Berkarakter


tentangfenomena.blogspot.com Proses pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah titik temu antara kedua belah pihak yang bersifat mengikat dan meningkatkan aktivitas.

Sehingga keberhasilan dari keseluruhan proses pembelajaran perlu dievaluasi untuk melihat tercapai tidaknya tujuan yang dimaksud. Dari pandangan umum keberhasilan proses pembelajaran lebih dipandang dari sudut kompetensi guru dalam proses tersebut.

Berikut ini pendapat dari beberapa ahli terkait dengan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar.
 I.  Edward Sheffield tentang karakteristik dari guru yang efektif yang sering disebut atau Characteristics of Effective Teachers Most Often Mentioned (Edward Sheffield, Teaching in the Universities– No One Way, 1974):
  1. Pengajaran dipersiapkan dengan baik dan memiliki organisasi pengajaran secara teratur
  2. Menguasai bahan yang diajar dan memiliki kompetensi.
  3. Pelajaran harus dihubungkan dengan hal praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mendorong murid bertanya dan memberikan opini.
  5. Antusias tentang subyek yang diajar.
  6. Dapat didekati murid (approachable), bersahabat, terbuka (available).
  7. Peduli kepada kemajuan siswa.
  8. Memiliki sifat humoris
  9. Hangat, baik, simpati.
  10. Menggunakan alat-alat atau media secara efektif.
II.  Dari penelitian tentang guru yang hebat atau  Characteristics of Great Teachers (Lea Ebro, Instructional Behavior Patterns of Distinguished University    Teachers, 1977),  tentang guru yang berkarakter kuat :
  1. Tidak menyimpang dari topik yang diajarkan.
  2. Tempo berbicara dalam mengajar itu tepat
  3. Guru memakai berbagai variasi dalam strategi instruksional.
  4. Tetap pada subyek dan mengembangkannya berdasarkan subyek.
  5. Guru memakai humor.
  6. Guru bisa “memerintah” kelas, sehingga mereka tertib namun tidak dalam suasana takut dan tertekan.
  7. Guru berinteraksi dengan siswa.
  8. Guru memberikan tanggapan atas pertanyaan atau jawaban murid.
  9. Memberikan respons perbaikan-perbaikan.
  10. Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang analitis dan penggalian.
  11. Memuji jawaban yang benar dengan dasar observasi atas jawaban yang benar yaitu memberi penjelasan mengapa jawabannya benar.
  12. Membuat suasana kelas yang hangat.
  13. Secara bebas dapat menginterupsi setiap saat dengan pertanyaan.
  14. Memiliki rasa humor.
  15. Memiliki kemampuan komunikasi non-verbal meliputi :
a.   Menggunakan gerak tubuh seringkali.
b.   Berjalan waktu berbicara.
c.   Ada kontak mata secara intensif.

III. Hasil Penelitian tentang mengajar yang baik dari Ron Smith, Concordia University,Teaching and Learning, Vol. 7, No. 1, Sept. 1980:
1.    Mengajar yang baik memiliki tes awal tentang kemampuannya.
2.    Mengajar yang baik ada “feedback” untuk guru:
a.   Tes non-nilai, kuis
b.   Diskusi dengan siswa
c.   Kuesioner
Sadar akan respons yang bersifat non-verbal:
a.   Kehadiran yang menurun atau kebosanan.
b.   Tidur di kelas.
c.   Apakah siswa membaca surat kabar?
3.    Mengajar yang baik disesuaikan dengan perbedaan-perbedaan yang ada pada individu siswa.
4.    Good teaching provides (specific) feedback to the students.
5.    Mengajar yang baik itu fleksibel.
6.    Mengajar yang baik menggunakan pembelajaran siswa aktif.
7.    Mengajar yang baik memotivasi siswa. .
8.   Pengajaran yang baik itu jelas dan ditata dengan baik.

IV. Ada juga proyek penelitian untuk melihat guru yang baik di kelas dalam “Characteristics of Effective Large-Class Instructors (Karron Lewis, et al., from The Large Class Analysis Project conducted by CTE):
  1. Penelitian ini mengkombinasikan pendapat dari siswa dan guru dalam penelitian tentang bagaimana mengajar dalam kelas besar secara efektif:
  2. Sangat antusias dengan subyek yang diajar.
  3. Menguasai subyek dan memiliki kemampuan mengkomunikasikan pengetahuan   yang diajar.
  4. Peduli kepada kemajuan dan kesuksesan murid.
  5. Berani mendisiplin siswa untuk ketertiban kelas seperti keributan.
  6. Memiliki rasa humor.
  7. Menggunakan berbagai strategi instruksional.
  8. Berinteraksi dengan siswa selama di kelas, termasuk sebelum dan sesudah kelas.
  9. Memiliki rasa percaya diri atas pengajaran yang disampaikannya.
Demikian yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Sumber :         http://www.herlinbima.com/
                        https://gurukreatif.wordpress.com